√ Pgri Harap Guru Di Indonesia Sejahtera

 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional √ PGRI Harap Guru di Indonesia Sejahtera
liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Setiap 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Selain itu, hari ini juga merupakan Hari Ulang Tahun ke 72 Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT ke 72 PGRI). Dasar penetapan hari guru nasional ialah hari lahirnya organisasi PGRI pada 25 November 1945, sempurna 100 hari sesudah Indonesia diproklamasikan.

"Keluarga besar Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengucapkan selamat hari ulang tahun ke 72 PGRI dan Hari Guru Nasional, tahun 2017 " kata Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, Sabtu (25/11/2017).

Said Iqbal menuturkan, yang tak kalah penting dalam memperingati Hari Guru Nasional ialah peningkatan kesejahteraan para guru. "Miris mengetahui ada guru yang hanya mendapat upah 300 hingga 500 ribu per bulan," ujar dia.

Oleh alasannya itu, Pemerintah harus bersungguh-sungguh dalam memperhatikan nasib guru. Sebagai pekerja, guru juga berhak mendapat upah yang layak.

Lebih lanjut, laki-laki yang juga menjabat sebagai ILO Governing Body ini meminta kepada Pemerintah untuk segera mengangkat para guru honorer menjadi PNS.

Terpisah, Ketua Majelis Nasional KSPI yang juga merupakan salah satu Ketua PB PGRI, Didi Suprijadi mengatakan, ketika ini dari 4 juta jumlah guru di Indonesia separuhnya ialah PNS dan selebihnya non-PNS.

"Dari 4 juta guru, hanya 1,7 juta yang sudah bersertifikasi. Dari 4 juta guru separuhnya masih belum kualifikasi S1," kata Didi.

Oleh alasannya itu, lanjut Didi, PGRI sebagai organisasi pekerja, organisasi profesi dan organisasi perjuangan, mempunyai tugas untuk mendorong biar ketimpangan yang ada segera diatasi sehingga para guru sanggup sejahtera, menjadi berpengaruh yang jadinya guru tersebut hebat.

"Bila guru sejahtera, kuat, dan hebat, maka Indonesia akan selamat dunia akhirat," tutur dia.

Guru Honorer Perlu Perhatian Pemerintah

Sebelumnya, Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November. Dalam peringatan hari guru kali ini, kesejahteraan guru sekarang sudah lebih baik. Bagaimana tidak, pendapatan guru sekarang sudah mencapai Rp 10 juta per bulan.

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim mengatakan, pendapatan itu sanggup tercapai alasannya ada embel-embel tunjangan.

"Kalau kesejateraan guru untuk ketika ini memang patut disyukuri, dibandingkan beberapa tahun kemudian sudah jauh lebih baik. Kalau nominal sudah sanggup hampir Rp 10 juta, bahkan ada yang di atas itu," kata Ramli ketika berbincang dengan Liputan6.com, Sabtu 25 November 2017.

Ia menuturkan, setidaknya ketika ini ada tiga sumber pendapatan guru setiap bulan. Pertama ialah gaji, kedua yaitu proteksi profesi dan ketiga ialah proteksi daerah. Untuk proteksi daerah, gres diperoleh semasa kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo.

Sayangnya, kesejahteraan ini, Ramli mengakui masih belum merata. Sebagian besar yang memperoleh pendapatan besar tersebut masih terfokus di kota-kota besar di Indonesia.

"Jadi masih ada guru yang berpenghasilan Rp 10 juta per bulan. Namun juga masih ada yang berpenghasilan Rp 500 ribu per bulan, ini yang harus menjadi pekerjaan rumah pemerintah," ujar dia.

Guru-guru yang mempunyai penghasilan masih kecil tersebut, Ramli menyebutkan, lebih banyak didominasi ialah guru-guru berstatus honorer. Dari angka yang disampaikan, setidaknya guru berstatus PNS ketika ini jumlahnya masih terbatas. Setidaknya, perbandingan antara guru PNS dan yang tidak mencapai 1:13. Pada peringatan hari guru kali ini, pihaknya berharap ada kenaikan status guru honorer.

"Jadi kita harap para guru yang honorer itu sanggup ditingkatkan statusnya apakah menjadi Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak atau jadi PNS," tutur dia. (Yas)

0 Response to "√ Pgri Harap Guru Di Indonesia Sejahtera"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel