√ 3 Penghambat Terbesar Pintu Rezeki Anda

Luar biasa edisi kali ini aku akan membahas ihwal penghambat dari pintu rezeki. Banyak sekali orang bertanya ihwal "rezeki seret, kenapa rezeki aku mampet, mengapa perjuangan aku nggak lancar," dan lain sebagainya.

Nah Disini aku akan membahas satu penghambat terbesar Pintu Rezeki. Sebenarnya rezeki itu setiap hari menghampiri rumah Anda, mengetuk pintu rumah Anda. Namun, masalahnya tidak ada yang membukakan pintu, yang jadi pertanyaannya ialah bagaimana biar rezeki Anda bisa masuk? Jawabannya ialah terang dengan membukakan pintu.


Sadar atau tidak bahwa setiap hari ada orang yang mengetuk pintu rumah Anda. Ini hanya sebuah perumpamaan ya, bukan orang beneran, tetapi Rezeki itu memang menyerupai itu. Banyak rezeki sudah di depan pintu, tetapi kenapa tidak ada orang yang membukakan pintu?

Mungkin sebab tidak ada orang dirumah, atau kedua mungkin Belnya tidak suara ketika orang mengetuk pintu, atau kemudian di ketika yang tidak sempurna Anda lagi tidur, singkat dongeng anda tidak siap membukakan pintu. Ketika Anda pernah mendengarkan banyak motivator di seluruh dunia yang membahas ihwal keburuntungan, kemudian Apa maksud keberuntungan?

Baca juga: Jenis Aset yang Membuat Kaya Raya

Keberuntungan itu bertemunya antara kesempatan dan persiapan, ya jadi ketika kesempatan itu datang, Anda siap mengambil keberuntungan. Contoh, hari ini dijual sebuah HP gres Samsung Note 8 harga pasaran 13 juta tiba-tiba ada seorang miliarder ia memenangkan hadiah Lucky draw, dan ia ingin sekali Samsung Note 8 Ini tidak digunakan sendiri.

Tapi ia berniat untuk menyumbangkan Samsung Note 8 tersebut dengan harga yang sangat murah, misalnya ia menjualnya dengan harga 50% saja, ya itulah yang namanya rezeki. Jadi, HP Samsung yang harganya 13 juta dijual murah dengan harga 6 juta setengah, dan jadinya pertanyaan aku siapa yang siap mendapatkan rezeki tersebut?

Yang siap menerimanya ialah orang yang membawa uang cash, yang kedua siap dan tahu ada info tersebut, ketiga anda punya kenalan orang menyerupai itu. Makara faktornya ini banyak sekali, yang namanya Rezeki itu sesungguhnya setiap ketika menyerupai orang mengetuk pintu dan ia sudah siap di depan pintu anda tetapi anda tidak siap membukanya.

Jadi, sesungguhnya pengertian Rezeki itu sangat sederhana, Anda itu harus sadar bahwa Rezeki itu sesungguhnya nggak kemana-mana. Rezeki itu sudah ada di depan pintu rumah Anda, tinggal bagaimana Anda siap atau tidak membukakan pintu tersebut.

Saya berikan pola lagi, ketika ini Anda sedang berbisnis, anggap saja bisnis catering. Anda mungkin hari ini sanggup rezeki, ada satu Project atau ada satu program mungkin catering, Anda memiliki pesanan sebanyak 50 kotak, pasti rasanya seneng banget.

Tetapi sesungguhnya ada sebuah catering yang bisa melayani 5000 kotak. Kenapa Anda kok cuman batasannya 50 kotak? Ini pertanyaan saya, kini Apa sih bedanya Anda dipesan 50 kotak dan ada yang pesanannya yang hingga 5000 kota?

Itu pasti ada penghambatnya. Apakah rasa Anda tidak lebih yummy dari yang 5000 kotak? Saya rasa sama saja. Apakah mungkin dari segi harga anda lebih mahal harganya? Mungkin aku rasa harga Anda bisa bersaing.

Pertanyaan saya, kenapa ada orang lain bisa terima 5000 kotak Anda cuma terima 50 kotak? Contoh lagi, ada juga orang menjual pemanis dan orang tersebut menjual 5 botol, tapi ada satu orang bisa menjual 500 botol. Pertanyaan saya, kenapa hari ini ada yang jual pemanis yang sama, harga yang sama, kenapa orang lain bisa jual 500 botol atau 255 botol?

Kali ini aku bicara soal mindset pengusaha, tapi kenapa ada orang yang orderannya sedikit, ada orang orderannya banyak, ternyata salah satu kata kuncinya ialah mindset. Penghambat rezeki itu ada tiga yang aku singkat dengan nama "E P O"

Baca juga: Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula

E yang pertama ialah Ego, setiap insan itu punya Ego. Entah Anda itu merasa lebih hebat, anda merasa lebih pintar, sehingga Anda akan enggan untuk berguru dengan orang lain, Anda merasa diri Anda itu title nya lebih tinggi, Anda merasa Anda sarjana, sedangkan orang yang orderannya 5000 tersebut cuma lulusan SMP, Anda mungkin merasa lebih hebat, terus mungkin anda merasa Ego Anda itu lebih tinggi.

Terus misalnya lagi, Anda ini berasal dari keturunan orang renta yang punya nama yang lebih terkenal, sedangkan itu yang 5000 namanya nggak terkenal. Nah Ego ini menghambat,sehingga ego ini membuat Anda enggan untuk belajar, Padahal, berguru ialah proses seumur hidup yang dilarang ada kata henti, dan ego ini selalu menghambat diri Anda untuk mau maju.

Anda juga enggan berguru dari kompetitor Anda, padahal sesungguhnya kompetitor itu bukan musuh, kompetitor ialah sebuah partner berdasarkan saya, partner untuk kita menguji kemampuan kita, kenapa lintasannya 8 dalam pertandingan renang? Kenapa lintasannya 8 dalam lomba lari? Makara mereka itu bukanlah kompetitor, mereka itu ialah partner supaya Anda bisa membuat rekor yang lebih baik.

Sama juga di dalam dunia bisnis, kalau Anda hari ini tidak punya partner tanding, tidak punya kompetitor, Anda bisa teruji untuk punya kemampuan lebih nggak? Anda tidak akan lebih inovatif, Anda tidak akan lebih kuat, anda tidak akan lebih bertumbuh kalau anda tidak punya kompetitor, salah satunya yang menghambat Anda maju ialah Ego Anda.

Yang kedua ialah P, Past (masa lalu). Anda selalu berkaca pada pengalaman masa kemudian dan pengalaman Anda sendiri, padahal sadarkah Anda pengalaman kita itu sangatlah terbatas, sehebat-hebatnya Anda, sepengalaman-pengalamannya Anda, tetap terbatas. Karena jauh lebih banyak ialah pengalaman orang lain.

Setiap orang punya pengalaman, 10 orang punya 10 pengalaman, 100 orang punya 100 pengalaman, dan kalau Anda cuman mengaca pada pengalaman anda sendiri, misalnya aku ini dari kecil hingga besar orderan paling banter 50 bungkus mentok-mentok cuma 50 bungkus, berkaca kepada pengalaman anda masa kemudian tetapi anda tidak pernah mengaca kenapa kok orang itu bisa hingga 5000 bungkus.

Padahal Mungkin jangan-jangan, ia juga dulunya pernah 50 bungkus, mungkin pernah 5 bungkus, dan bahkan mungkin jangan jangan pernah bangkrut. Tapi hingga hari ini bisa 5000 bungkus dan anda berguru hanya dari pengalaman diri anda sendiri, anda tidak mau berguru dari pengalaman orang lain.

Sehingga masa kemudian anda itu menghambat Anda untuk maju. Nah itu tadi Mindset penghambat yang kedua, dan mindset penghambat yang ketiga ialah O "Ourself" atau diri kita sendiri. Nah, diri kita sendiri inilah yang seringkali menghancurkan bahkan menghambat diri kita ini mau maju. Diri kita ini sering kali tidak mau merendahkan hati, kalau kita melihat ada orang lain lebih sukses, bolehkah kita merendahkan hati untuk kita ingin berguru dari dia.

Kalau kita lihat ada catering lain yang lebih berhasil, datanglah dan bertemanlah, kemudian belajar. Lihat seni administrasi pemasarannya, lihat cara pemasarannya, lihat bumbu yang diraciknya, bukan malah merasa disaingi, tapi kita harus merendahkan hati untuk belajar.

Ada pribadi-pribadi yang Justru malah bukannya berguru tapi malah menghambat rezeki orang lain, misalnya "dia mengambil semua customer saya, aku berikan ia santet kalau di Indonesia, atau aku kasih guna-guna, atau Saya mungkin bikin cara supaya perjuangan ia jadi sepi."

Iri hati anda inilah yang membuat orang lain rezekinya tertutup, sehingga Anda mematikan perjuangan orang lain, nah itu Ourself, kembali lagi kepada mindset. Anda memakai cara-cara yang tidak aku tidak profesional, cara-cara yang tidak fair, cara-cara yang tidak Gentleman, ya untuk menghambat rezeki orang lain, nah itu salah satunya Ourself.

Akhirnya mindset menyerupai ini cenderung Anda memakai cara-cara licik, cara-cara kotor, cara-cara yang tidak fair, untuk menghambat rezeki orang lain, padahal Sadarkah anda dengan anda mengambil rezeki orang lain secara tidak pribadi Anda sudah menanam benih kebencian, menanam benih iri hati, menanam benih penghambat rezeki yang lebih besar pada diri Anda.

aku juga banyak menemui orang yang usahanya Laris tapi uangnya nggak pernah dipegang terus. Saya juga banyak menemukan orang yang usahanya besar, karyawannya banyak, pelanggan yang gak habis-habis, tetapi rumah tangganya cekcok terus, anaknya sakit terus.

Anda tau kenapa? Masalahnya itu tadi pasti ada yang salah dengan "O" "Ourself." Cek punya cek ternyata mungkin usahanya dicarakan dengan cara-cara yang kurang pas, kurang tepat, sehingga energi dan vibrasinya itu juga sangat tidak baik.

Makara sahabat enterpreneur itulah penghambat utama Anda, is your mindset. Makara kalau mindset Anda dari 3 yang aku tadi ini bisa diperbaiki, pasti penghambat tersebut hilang, orang yang mengetuk pintu suatu saat, setiap saat, kapan pun siap Anda tampung rezekinya, siap akan masuk.

semoga menginspirasi jangan lupa lupa bookmark artikel ini biar suatu ketika bila Anda ingin membacanya kembali tinggal klik pada bookmark.

*Mentoring oleh Bapak Candra Putra Negara

Mungkin itu dulu artikel kali ini, bila Anda memiliki saran, masukkan, atau sebuah pertanyaan, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga Bermanfaat.

0 Response to "√ 3 Penghambat Terbesar Pintu Rezeki Anda"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel